April 2008


Dalam melengkapi diri sebagai sebuah sistim operasi yang lengkap bagi penggunanya, FreeBSD memberikan dukungan sebuah koleksi metafile yang berguna untuk membantu instalasi aplikasi tambahan yang disebut sebagai Ports Collection serta Packages sebagai bentuk paket siap instal. FreeBSD juga memiliki cara lain untuk dapat diinstall berbagai macam aplikasi yaitu source code dan port.

Contoh instalasi lewat package untuk Apache :

Dalam kasus ini kita memilih server mirror/lokal untuk mendapatkan package daripada langsung mengambilnya dari situs utama FreeBSD. Misal kita menggunakan server lokal di ITB ,
Gunakan perintah ini dengan login sebagai root untuk mensetting lokasi default dari package:
# setenv PACKAGESITE ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/i386/packages-6.2-release/Latest/
atau,
# setenv PACKAGESITE ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/i386/packages-6-stable/Latest/

Perbedaan kedua perintah tersebut ada pada jenis package, bagian pertama, package yang ada pada release FreeBSD 6.2 atau bagian kedua kita akan menggunakan package golongan stable untuk distribusi umum FreeBSD 6. Beberapa jenis package ada yang masuk pada kedua tempat tersebut, tapi sebagian ada yang hanya pada satu tempat diantara keduanya. Jadi kalau misalnya kita telah mengeset lokasi package misalnya dengan perintah pertama, maka kita bisa menggantinya dengan melakukan setenv ulang tentunya dengan parameter lokasi package yang berbeda, seperti pada perintah kedua. Kalau menggunakan shell seperti bash, maka syntax perintah di atas perlu diubah sbb:
# export PACKAGESITE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/i386/packages-6.2-release/Latest/
atau
# export PACKAGESITE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/i386/packages-6-stable/Latest/

Selanjutnya install package:
# pkg_add -r apache22

Gunakan semua option secara default kalau anda tidak mengetahui fungsi option-option yang disertakan. Cara instalasi dengan pkg_add ini dipilih karena instalasi jadi lebih cepat (apache22 sudah dicompile, tanpa perlu compile sendiri). Pada beberapa package kita perlu melakukan kompilasi sendiri dari source jika ada parameter2 konfigurasi yang perlu disertakan pada waktu kompilasi. Tapi jika anda ingin melakukan kompilasi, mungkin untuk mencegah kemungkinan masalah kompatibilitas, maka anda dapat menginstall package tersebut dari ports collection:
# cd /usr/ports/www/apache22/
# make config
# make install clean

Setelah instalasi berhasil, apache perlu diaktifkan secara default ketika booting. Edit file /etc/rc.conf:
# ee /etc/rc.conf

Masukkan baris berikut:
apache22_enable=”YES”

Edit file httpd.conf:
# ee /usr/local/etc/apache22/httpd.conf

Ubah variabel-variabel seperti berikut:
Listen 10.1.1.30:80
ServerName example.com:80
ServerAdmin admin@example.com

Variable di atas perlu diganti sesuai dengan sistem yang akan dipakai. Dalam hal ini, nama host adalah example.com dengan alamat IP 10.1.1.30, port yang digunakan adalah port 80 dan email admin adalah admin@example.com.

Kemudian ganti semua parameter /usr/local/www/apache22 dengan /usr/local/www/ karena pada apache22 default instalasi diubah dari versi2 sebelumnya. Hal ini sifatnya optional. Jika anda mengubahnya, maka anda perlu memindahkan semua isi direktori /usr/local/www/apache22 yang sebenarnya ke direktori /usr/local/www/. Jadi, keluar dari editor, lalu lakukan perintah berikut:
# mv /usr/local/www/apache22/* /usr/local/www

Setting secara umum selesai, anda dapat menguji syntax httpd.conf anda:
# apachectl configtest

Beberapa perintah apache yang perlu anda coba:
# apachectl start
# apachectl restart
# apachectl graceful
# apachectl stop

Kadang-kadang apache tidak bisa dijalankan. Perlu anda cek dengan perintah2 berikut:
# tail /var/log/messages
# tail /var/log/httpd-error.log

Beberapa error yang sering terjadi, diantaranya keluar pesan seperti berikut:
[warn] (2)No such file or directory: Failed to enable the ‘httpready’ Accept Filter

Ini berarti anda perlu melakukan load kernel module yang bernama accf_http. Caranya:
# kldload accf_http

Agar setiap kali booting, kernel module ini di-load secara otomatis, maka anda perlu membuat file /boot/loader.conf:
# ee /boot/loader.conf

Masukkan baris berikut:
accf_http_load=”YES”

Error yang lain yang sering terjadi adalah:
“cannot determine local host name”

Penyebabnya adalah resolv dari hostname tidak sama dengan alamat IP yang dipunyai. Coba cek dengan perintah berikut:
# hostname
example.com
# nslookup example.com
Non-authoritative answer:
Name: example.com
Address: 10.1.1.30
# ifconfig
inet 192.168.0.5 netmask 0xffffff00

Kalau hasil dari pengecekan terdapat perbedaan alamat IP dengan hostname yang bersangkutan, anda dapat mengubah setting hostname dengan perintah:
# ee /etc/hosts
masukkan sebuah baris:
10.1.1.30 example.com

Contoh instalasi lewat port untuk PHP 5 :

Pilih port instalasi PHP 5 pada port collection yaitu /usr/ports/lang/php5/. PHP 5 hanya disediakan pada satu port saja sejak rilis PHP versi 5.1.14. Versi sebelumnya terdiri dari beberapa port seperti www/mod-php5, lang/php5-cli, dan lang/php5. Pada versi baru port lang/php5/ ini instalasi PHP 5 dijadikan satu dan PHP sebagai modul CLI, CGI atau apache adalah sebagai option pada saat instalasi.

Pilihan default tidak menyertakan apache module, jadi pastikan kita beri tanda check pada option tersebut kalau hendak menggunakan php sebagai modul apache.

Kali ini instalasi saya lakukan pada melalui port karena instalasi standard dengan pkg_add tidak menyertakan pilihan modul apache (setahu saya demikian,maaf kalau salah). Instal PHP 5 melalui port:
# cd /usr/ports/lang/php5
# make config
# make install

Ketika make config dijalankan, maka pastikan Apache Module box diberi tanda silang (checked).

Setelah semua selesai, maka dapat juga kita menginstall beberapa modul ekstra seperti MySQL. Beberapa modul yang paling sering dipakai diantaranya:
/usr/ports/databases/php5-mysql – MySQL Database
/usr/ports/www/php5-session – Sessions
/usr/ports/graphics/php5-gd – Graphics Library

Untuk modul-modul ekstra di atas, silakan instal dengan pkg_add atau port collection. Caranya mirip dengan sebelumnya.

Apache memerlukan pernyataan pada httpd.conf agar dapat menggunakan PHP yang telah diinstal. Biasanya hal ini sudah dilakukan secara otomastis saat instalasi dengan port, namun bisa kita cek untuk memastikan. Buka httpd.conf:
# ee /usr/local/etc/apache22/httpd.conf

Untuk Apache versi 1.3.x perlu ditambahkan baris berikut pada httpd.conf:
LoadModule php5_module libexec/apache/libphp5.so
AddModule mod_php5.c

Untuk Apache versi 2.x hanya perlu satu baris berikut, tidak perlu perintah AddModule seperti di atas:
LoadModule php5_module libexec/apache/libphp5.so

Lokasi dan nama file dari module PHP 5 dapat berlainan dari versi ke versi, jadi silakan cek di direktori pada sistem anda untuk lokasi yang tepat dan nama yang tepat. Biasanya kalau instalasi dilakukan dengan port, perintah LoadModule ini sudah ditambahkan secara otomatis dengan parameter lokasi dan nama modul yang tepat. Silakan dicek ulang.

Kemudian masih pada httpd.conf, edit juga parameter-parameter berikut:
DirectoryIndex index.php index.html index.htm

Tambahkan juga dua baris berikut:
AddType application/x-httpd-php .php .htm .html
AddType application/x-httpd-php-source .phps

Setting PHP sendiri diletakkan pada /usr/local/etc/php.ini sehingga anda perlu membuat file tersebut. Ini dapat anda lakukan dengan meng-copy setting standard yang disediakan, sbb:
# cp /usr/local/etc/php.ini-dist /usr/local/etc/php.ini

Setelah semua itu dilakukan, maka Apache perlu di-restart. Lalu buat sebuah file test.php seperti di bawah ini untuk mengecek apakah PHP sudah diload oleh Apache:
# echo “” >> /usr/local/www/data/test.php

Lalu buka browser (Anda bisa menggunakan browser apa saja, misal IE, Mozilla, Firefox, Lynx, links dll) dan buka alamat server Apache anda, misalnya http://server.mydomain.com/test.php. Kalau instalasi sukses maka anda akan mendapatkan halaman phpinfo() dari instalasi PHP 5 anda. Berbagai informasi tentang Apache dan PHP beserta info-info lainnya dapat dilihat disini.

eQSO

Apa itu eQSO ?

eQSO adalah layanan VoIP ( Voice over Internet Protocol ) yang dikembangkan untuk rekan amatir radio. EQSO merupakan QSO yang menggunakan internet sebagai relay. Hal tersebut membuka peluang bagi amatir radio untuk saling terhubung tidak hanya melaui media udara tetapi juga melalui media internet sehingga para rekan amatir radio dapat menikmati kebebasan berkomunikasi antar amatir radio lainya melalui frekuensi radio, melaui internet atau bahkan campuran keduanya. Sebagai gambaran , seorang amatir radio di Jakarta dengan hanya bermodalkan handy talkie (HT) di 2 meter dapat berbicara dengan lawan bicaranya yang berada di Medan yang juga menggunakan HT di 2 meter.

Sejarah

Luasnya wilayah Indonesia serta tidak terhubungnya repeater-repeater amatir radio membuat YB0KLI dan rekan amatir radio di maillist orari-news@yahoogroups.com menggagas ide VoIP untuk me-link repeater di seluruh Indonesia.

Hal tersebut pertama kalinya didiskusikan pada tanggal 25 Juli 2002.

Pada tanggal 12 Agustus 2002 rekan-rekan di maillist ORARI News mulai berQSO dengan rekan amatir radio lainnya menggunakan sarana Internet. Server yang dipakai saat itu adalah server backup eQSO di alamat repeater.dns2go.com room Indonesia. Sistemnya disebut “Repeater Phone Internasional“.

Tanggal 29 Oktober 2002, dilakukan ujicoba secara on-air dengan menghubungkannya ke repeater YB0ZZ di Jakarta pada frekuensi 438.080 MHz dan juga beberapa gateway pribadi di beberapa propinsi. Komunikasi berjalan mulus. Beberapa kontak bahkan terjadi secara lintas negara. Akan tetapi ada delay yang cukup mengganggu karena lokasi server yang jauh di belahan dunia lain. Beberapa waktu kemudian, server pindah ke alamat server.eqso.net room Indonesia. eQSO RF Gateway disediakan oleh YB0EO dan backup tersedia di QTH YB0HD.

Tanggal 2 Juni 2003, petir menyambar server, tetapi masih bisa dibenahi dalam beberapa hari,

10 Pebruari 2004 server benar-benar padam karena PSU server jebol kena petir dan kendala sumberdaya lainnya termasuk mahalnya link Internet yang harus disubsidi selama 1,5 tahun, proyek ini akhirnya berhenti

Setelah vakum dan tidak puas dengan delay yang terlalu lama, akhirnya tanggal 1 Maret 2005 rekan-rekan kembali dapat menikmati eQSOsaat itu dibangun infrastruktur yang lebih cocok untuk keadaan Indonesia dengan server yang diletakkan di QTH YB0EO dan diakses melalui IP 202.155.147.155.

Tanggal 3 Maret 2005, sistem ini dapat pula diakses dari jaringan WiFi ORARI dengan SSID “WiFi ORARI” atas bantuan dari YB0HD yang diletakkan di gedung BNI46, Jakarta. Tidak hanya itu, tanggal 7 Maret 2005, YD9ANL menyediakan backup server di IP 202.152.53.26 dan 202.162.208.213. Semua entry alamat IP digilir DNS menggunakan teknik round-robin yang memungkinkan sistem diakses dengan alamat tunggal server.aeroCity.net – bila satu server mati akan digantikan oleh server berikutnya. eQSO RF Gateway yang turut berpartisipasi adalah YD1SRP, YD0NPZ, YB0HD, YC1ZAC, YC5PDT, YB3CC dan YC3RCJ. Sistem ini tidak bertahan lama, domain aeroCity.net yang sedianya adalah nama layanan packet radio besutan YB0KLI harus kalah ditelan tingginya biaya maintenance; sistem ini hanya bertahan sampai 13 Pebruari 2006

A P R S
Automatic Position Reporting System

APRS adalah sebuah gabungan perangkat keras dan perangkat lunak yang berguna untuk mengetahui posisi suatu benda yang diam atau bergerak ( orang, kendaraan, dll ) secara otomatis dan realtime sengan mengunakan peta yang ditampilkan pada layar Dikembangkan oleh Bob Bruninga, WB4APR pada awal 1990an dan dalam waktu 10 tahun lebih dari mulai diperkenalkan, APRS telah berkembang pesat yang mencakup semua aspek dari amatir radio. Dalam pengoperasian APRS kita akan sangat memerlukan alat-alat berikut:

  • Komputer.

  • Perangkat radio amatir.

  • Program APRS.

  • TNC atau soundcard untuk radio paket.

Dalam beberapa hal semisal dalam pengoperasian yang sangat akturat maka akan banyak stasiun APRS yang harus menggunakan GPS ( Global Positioning System ) yang menghubungkan komputer dengan stasiunnya

Jika PBBS, Node dan DX cluster menggunakan connected protocol, lain dengan APRS yang menggunakan unconnected protocol untuk memancarkan posisi tepat secara koordinat dari stasiun. Selain itu, APRS dapat digunakan untuk “keyboard-to keyboard chatting”, mengirim pesan pendek, memiliki kemampuan mencari arah, dapat dihubungkan dengan stasion APRS lainnya diseluruh dunia melalui internet, melihat lokasi dan spesifikasi gempa bumi yang dipancarkan oleh stasion cuaca, dan sebagainya.

Karena disini digunakan UNCONNECTED protocol, jumlah paket yang dipancarkan dapat diminimalkan. APRS cukup mengirim 1 paket yang membawa semua informasi mengenai stasion tsb. Jika paket tsb tidak dapat diterima pada transmisi pertama, APRS akan mengulang pancarannya setiap beberapa waktu yang ditentukan. Ini membuat penggunaan frekuensi menjadi lebih efisien.

Radio Wireless

Teknik menggunakan radio wireless ibarat kucing yang sangat panjang. Ekornya dipasang di Sumatra, dan suara mengeongnya bisa sampai ke papua. Jika diasumsikan bahwa kekuatan kekuatan yang dipancarkan sama besar, maka bentuk dan besaranantena akan sangat berpengaruh . Main besar antenna, maka makin jauh pula gelombang yang dipancarkan. Sementara bentuk antenna berpengaruh pada cakupan area. Makin lebar bukaan antena, makin pendek daerah yang terlayani

Dalam membuat perangkat RW (radio wireless) dibutuhkan berbagai paduan peralatan. Hal yang paling penting adalah anda memiliki koneksi internet unlimited yang akan dijadikan sebagai pemancar WLAN (Wireless LAN) anda. Peralatan tersebut antara lain:

Access Point

Akses poin disini sebagai Hub/switch di jarinagn lokal yang bertindak menghubungkan jaringan lokal dengan wireless client anda, di akses poin disinilah koneksi anda dihubungkan melalui gelombang radio. Semakin tinggi kekuatan sinyal anda , semakin luas jangkauannya

Antena Omni

Untuk memperluas jangkauan hingga beberapa kilometer lagi, anda akan membutuhkan sebuah antena omni, dengan tambahan sebuah antena ekternal ini andamenambah kekuatan sinyal anda sebesar 15 dB.

Box Access Point

Untuk melindung akses poin anda diperlukan sebuah boks akses poin yang berbentuk kotak plastik atau besi, rata-rata bokx ini telah dilengkapi kunci pengaman. Boks ini harus diletakkan persis dibawah antena

Kabel Pigtail/ Kabel Jumper

Kabel pigtail / jumper berfungsi menghubungkan antara anten omni sengan akses poin. Kabel ini maksimal diperlukan sepanjang satu meter. Selebih itu akan menyebabkan degradasi sinyal ( loss dB). Pada kedua ujung kabel tersebut terdapat konektor yang disesuaiakan dengan konektor yang melekat pada akses poin anda

Kabel Pigtail atau kabel jumper diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan akses poin, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda

POE (Power Over Ethernet)

Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka anda memerlukan alat “POE” ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

PenangkalPetir(LightningArrester)
Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

Tower

Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik

PERANGKAT CLIENT WLAN

Pada sisi client, untuk menangkap sinyal dari “antena omni” anda maka perangkat client sbb :
1. Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih ekonomis jika menggunakan wajan bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.

2. Apabila jarak client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan kedua antena eksternal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari pemancar anda.

 

 

 

 

 

Web server adalah software yang memberikan layanan web. Web server menggunakan protocol yang disebut dengan HTTP (HyperText Transfer Protocol). Anda mempunyai banyak pilihan di dunia open source, tergantung pada keperluan Anda. Dalam tulisan ini akan kita bahas salah satu web server yang sangat terkenal dan menjadi standar de facto setiap distribusi Linux, yaitu Apache.

Apache adalah nama web server yang dibuat berbasiskan kode sumber dan ide-ide yang ada pada web server leluhurnya, yaitu web server NCSA. Sesuai namanya, web server NCSA dibuat oleh National Center for Supercomputing Applications.

Tidak seperti poryek leluhurnya yang dibiayai oleh pemerintah Amerika, web server Apache dikembangkan oleh sekelompok programer yang bekerja tanpa dibayar oleh siapapun. Mereka mengerjakan proyek ini dengan berbagai macam alasan, akan tetapi alasan yang paling mendasar adalah mereka senang jika perangkat lunak mereka digunakan oleh banyak orang.

Apache adalah web server yang kompak, modular, mengikuti standar protokol HTTP, dan tentu saja sangat digemari. Kesimpulan ini bisa didapatkan dari jumlah pengguna yang jauh melebihi para pesaingnya. Sesuai hasil survai yang dilakukan oleh Netcraft, bulan Januari 2005 saja jumlahnya tidak kurang dari 68% pangsa web server yang berjalan di Internet. Ini berarti jika semua web server selain Apache digabung, masih belum bisa mengalahkan jumlah Apache. Saat ini ada dua versi Apache yang bisa dipakai untuk server produksi, yaitu versi mayor 2.0 dan versi mayor 1.3. Anda bisa menggunakan salah satu dari keduanya. Tapi sangat dianjurkan Anda memakai versi 2.0.

Mengapa kita harus memilih Apache? Tentu itu pertanyaan yang terfikir dalam benak Anda. Ya, tentu saja kita harus mempunyai alasan untuk segala hal, termasuk memilih Apache sebagai web server pilihan. Mungkin daftar berikut bisa menjadi jawabannya.

_ Arsitektur modular.

_ Mendukung banyak sistem operasi, termasuk di dalamnya adalah Windows

NT/2000/XP dan berbagai varian Unix.

_ Mendukung IP versi 6 (Ipv6).

_ Mendukung CGI (Common Gateway Interface) dan SSI (Server Side Include).

_ Mendukung otentifi kasi dan kontrol akses.

_ Mendukung SSL (Secure Socket Layer) untuk komunikasi terenkripsi.

_ Konfi gurasi yang mudah dipahami.

_ Mendukung Virtual Host.

_ Pesan kesalahan multi bahasa dan bisa dimodifi kasi.

Pada saat kita berselancar di Internet dengan menggunakan browser atau istilah kerennya browsing, kita pasti akan menuju pada suatu alamat situs yang di dalamnya memuat berbagai macam data, informasi, dan hiburan. Tentunya kita yang masih awam akan penasaran, bagaimana data atau file tersebut bisa dimunculkan? Dan bagaimana cara kerja atau proses sehingga data/file tersebut bisa diakses secara serentak pada PC kita? Marilah kita bahas hal ini bersama. Pada umumnya, semua situs web di dunia ini digerakkan oleh suatu program aplikasi yang berjalan di server. Program tersebut, yang sering dipakai adalah Apache, karena selain berlisensi GPL (General Public Lisence) atau free software, juga mudah dikonfigurasikan. Sedangkan aplikasi yang menjalankan

program apache tersebut biasa dinamakan Web Server atau httpd. Apache Web Server merupakan program aplikasi yang berjalan di server, berfungsi untuk menjalankan aplikasi web sehingga bisa diakses oleh klien baik melalui jaringan intranet maupun Internet.